Rasa Bersalah

Entah kenapa, jika ia selalu meminta tolong, tidak ada yang mendengarkannya, begitupun aku. Sebenarnya aku ingin menolongnya, tapi ketika aku mengingat apa yang telah ia perbuat di masa lalu, membuatku tidak ingin menolongnya. Tapi, ketika sudah ada seseorang yang menolongnya, itu pun karena terpaksa, aku malah merasa bersalah kepadanya. ‘Kenapa tidak aku saja’ batinku. Padahal, ia selalu menolongku di saat aku butuh. Mengapa satu kesalahan, bisa menutupi seribu kebaikan?

Aku selalu mengacuhkannya. Namun, aku juga selalu memperhatikannya dari belakang. Sebenarnya aku tidak ingin melakukan ini. Namun, bagaimana lagi, hatiku sudah tertutup oleh satu kesalahan itu. Kenapa aku seperti ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s